Sabtu, 28 Mei 2016

TB Paru


Mycobacterium Tuberculosis
A.   Mycobacterium Tuberculosis
Tuberculosis  (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia (Budiman B, 2006).
B.   Morfologi dan struktur Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung, tidak berspora dan tidak berkapsul. Bakteri ini berukuran lebar 0,3 – 0,6 mm dan panjang 1 – 4 mm. Dinding Mycobacterium tuberculosis sangat kompleks, terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi (60%). Penyusun utama dinding sel Mycobacterium tuberculosis  ialah asam mikolat, lilin kompleks (complex-waxes), trehalosa dimikolat yang disebut cord factor, dan Mycobacterial sulfolipids yang berperan dalam virulensi Asam mikolat merupakan asam lemak berantai panjang (C60 – C90) yang dihubungkan dengan arabinogalaktan oleh ikatan glikolipid dan dengan peptidoglikan oleh jembatan fosfodiester. Unsur lain yang terdapat pada dinding sel bakteri tersebut adalah polisakarida seperti arabinogalaktan dan arabinomanan. Struktur dinding sel yang kompleks tersebut menyebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis bersifat tahan asam, yaitu apabila sekali diwarnai akan tetap tahan terhadap upaya penghilangan zat warna tersebut dengan larutan asam–alkohol (Budiman B, 2006).
C.   Klasifikasi
1.  Kingdom: Bacteria
2.  Filum: Actinobacteria  
3.  Ordo: Actinomycetales  
4.  Upaordo: Corynebacterineae
5.  Famili: Mycobacteriaceae
6.  Genus: Mycobacterium
7.  Spesies:Mycobacterium tuberculosis
(Budiman B, 2006).
D.   Factor faktor yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan angka kejadian penyakit TB Paru.
Faktor-faktor yang memungkinkan orang mudah terinfeksi  penyakit TB paru ada beberapa karakteristik golongan penduduk yang  mempunyai risiko mendapat TB paru lebih besar daripada golongan  lainnya. Diantaranya adalah faktor umur, pendidikan, pengetahuan,pekerjaan, jenis kelamin, kondisi lingkungan yang tidak sehat, adanya  penyakit lain yang menyebabkan daya tahan tubuh rendah, gizi buruk,  kontak dengan sumber penularan, pengaruh merokok, asap dapur, asap obat nyamuk dan sebagainya (Koes, I 2006).


1.     Faktor Agent (penyebab penyakit)
Faktor agent (penyebab penyakit) yaitu semua unsur baik elemen hidup atau mati  yang kehadirannya dan atau ketidakhadirannya, apabila diikuti dengan  kontak yang efektif dengan manusia rentan dalam keadaan yang  memungkinkan akan memudahkan terjadinya suatu proses penyakit.  Agen diklasifikasikan sebagai agen biologis, kimia, nutrisi, mekanik, dan fisik. Untuk khusus TB paru yang menjadi agen adalah kuman  Micobacterium tuberculosis  (Nugraha, 2009) .
Menurut penelitian, angka prevalensi TB di masyarakat,  pengobatan yang relatif lama, terutama yang kontak serumah dengan  penderita TB Paru menyebabkan meningkatnya kejadian TB paru. Hasil penelitian, menemukan bahwa lama kontak > 3 bulan dengan penderita TB paru dapat meningkatkan kejadian TB paru dalam masyarakat (Koes, I 2006).
2.  Faktor Host (Penjamu)
Faktor Host (pejamu) adalah manusia yang mempunyai kemungkinan terpapar oleh Agent (penyebab penyakit). Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan  penjamu antara lain usia, jenis kelamin, ras, sosial ekonomi, kebiasaan hidup, status perkawinan, pekerjaan keturunan, nutrisi dan imunitas. Faktor tersebut menjadi penting karena dapat mempengaruhi resiko untuk terpapar.


sumber infeksi dan kerentanan serta resistensi dari manusia terhadap suatu penyakit atau infeksi seperti halnya :
a.      Pendidikan
     Pendidikan akan menggambarkan perilaku seseorang dalam kesehatan. Semakin rendah pendidikan maka ilmu pengetahuan di bidang kesehatan semakin berkurang, baik yang menyangkut asupan makanan, penanganan keluarga yang menderita sakit dan usaha-usaha preventif lainnya.Tingkat pendidikan yang rendah dapat mempengaruhi pengetahuan di bidang kesehatan, maka secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial yang merugikan kesehatan dan dapat mempengaruhi penyakit TB dan pada  akhirnya mempengaruhi tingginya kasus TB yang ada. Pendidikan berkaitan dengan pengetahuan penderita. Pendidikan penderita yang rendah mengakibatkan pengetahuan rendah, sehingga memungkinkan penderita dapat putus dalam pengobatan karena minimnya pengetahuan dari penderita dan ketidak mengertinya pengobatan. Hal ini mengakibatkan penderita tidak dapat teratur dalam program pengobatan yang dijalani. Hampir seluruh penelitian sebelumnya menemukan faktor pendidikan sangat erat kaitannya dengan ketidak teraturan berobat dan minum obat (Koes, I 2006).

b.  Pengetahuan
     Pengetahuan penderita yang baik tentang penyakit TB paru dan pengobatannya akan meningkatkan keteraturan penderita, dibandingkan dengan penderita yang kurang akan pengetahuan penyakit TB paru dan pengobatannya..Seseorang yang punya pengetahuan yang baik tentang penularan TB paru,akan berupaya untuk mencegah penularannya.Kategori pengetahuan dapat dikelompokkan berdasarkan jawaban benar responden. Pengetahuan tinggi jika responden dapat menjawab dengan benar 75%, dan rendah bila < 75% (Koes, I 2006).
c.  Pendapatan
     Pendapatan akan banyak berpengaruh terhadap perilaku dalam menjaga kesehatan dalam keluarga. Hal ini disebabkan pendapatan mempengaruhi pendidikan dan pengetahuan seseorang dalam mencari pengobatan mempengaruhi asupan makanan, mempengaruhi lingkungan tempat tinggal seperti keadaan rumah dan bahkan kondisi pemukiman yang di tempati. Sekitar 90% penderita TB paru di dunia menyerang kelompok dengan sosial ekonomi lemah atau miskin. Faktor kemiskinan walaupun tidak berpengaruh langsung pada kejadian tuberculosis paru namun dari beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pendapatan yang rendah dan kejadian tuberculosis paru. Lebih lagi bahwa ada hubungan pengangguran dengan kejadian tuberculosis (Koes, I 2006).
d.     Status Gizi
Secara umum kekurangan gizi, atau gizi buruk akan berpengaruh terhadap kekuatan, daya tahan dan respon imun terhadap serangan penyakit. Faktor ini sangat penting pada masyarakat miskin, baik pada orang dewasa maupun pada anak. faktor kurang gizi atau gizi buruk akan meningkatkan angka kesakitan/kejadian TB paru, terutama TB paru pertama sakit dikutip dari Misnardiarly (Koes, I 2006).
e.      Imunisasi BCG (Baccilus Calmatte Guerin)
     Hubungan kekebalan (status imunisasi) dengan kejadian TB paru  bahwa anak yang divaksinasi BCG (Baccilus Calmatte Guerin) memiliki risiko 0,6 kali untuk terinfeksi tuberculosis (95% CI 0,430,83, p= 0,003), dibandingkan dengan anak-anak yang belum divaksin. Walaupun imunisasi BCG (Baccilus Calmatte Guerin) tidak mengegah infeksi tuberculosis namun dapat mengurangi risiko TB paru berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberculosis milier Daya cegah faksin BCG (Baccilus Calmatte Guerin) terhadap TB tidak tetap. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek pencegahan BCG (Baccilus Calmatte Guerin) bervariasi antara 0%-80% (WHO,1999) (Koes, I 2006).

f.       Penyakit HIV/ AIDS
     Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, di antaranya infeksi HIV/AIDS. HIV merupakan faktor resiko yang palingkuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB. Infeksi HIV menyebabkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler, sehingga bila terjadi infeksi penyerta (oportunitis), seperti Mycobacterium tuberculosis, maka yang akan menjadi sakit parah bahkan bisa Menyebabkank ematian (Koes, I 2006).
g.     Kebiasaan Merokok
     Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian ihisap isinya. Definisi perokok menurut WHO dalam depkes tahun 2004 adalah mereka yang merokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya.Merokok merupakan penyebab utama penyakit paruyang bersifat kronis dan obstruktif, misalnya bronkitis dan emfisema. Merokok juga terkait dengan influenza dan radang paru lainnya. Pada penderita asma, merokok akan memperparah gejala asma sebab asa rokok akan lebih menyempitkan saluran pernapasan. Efek merugikan tersebut mencakup meningkatnya kerentanan terhadap batuk kronis, produksi dahak dan serak. Merokok diketahui mempunyai hubungan dengan meningkatkan resiko untuk mendapatkan kanker paru,penyakit jantung koroner, bronkitis kronik dan kanker kandung kemih. Kebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena TB paru sebanyak 2,2 kali (Koes, I 2006).
4.  Faktor lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatubaik fisik, biologis maupun sosial yang berada disekitar manusia serta pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia. Unsur-unsur lingkungan adalah sebagai berikut :
a.    lingkungan fisik
     Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang bersifat tidak bernyawa. Misalnya air, tanah, kelembaban udara, suhu, angin, rumah dan benda mati lainnya (Koes, I 2006).
b.    Lingkungan Biologis
     Lingkungan biologis adalah segala sesuatu yang bersifat hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, termasuk mikroorganisme
(Koes, I 2006).
c.    Lingkungan Sosial
     Lingkungan sosial adalah segala sesuatu tindakan yang mengatur kehidupan manusia dan usaha-usahanya untuk mempertahankan kehidupan, seperti pendidikan pada tiap individu, rasa tanggung jawab, pengetahuan keluarga, jenis pekerjan, jumlah penghuni dan keadaan ekonomi.
Lingkungan Rumah yang sehat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1)    Suhu ruangan dalam pembuatan rumah harus diusahakan agar konstruksinya sedemikian rupa sehingga suhu ruangan tidak berubah banyak dan agar kelembaban udara dapat dijaga jangan sampai terlalu tinggi dan terlalu rendah. Untuk ini harus diusahakan agar perbedaan suhu antara dinding, lantai, atap dan permukaan jendela tidak terlalu banyak (Koes, I 2006).
2)    Harus cukup mendapatkan pencahayaan baik siang maupun malam. Suatu ruangan mendapat penerangan pagi dan siang hari yang cukup yaitu jika luas ventilasi minimal 10% dari jumlah luas lantai (Koes, I 2006)..
3)    Ruangan harus segar dan tidak berbau, untuk ini diperlukan ventilasi yang cukup untuk proses pergantian udara  (Koes, I 2006)..
E.    Patogenesis
Kuman Mycobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran napas akan bersarang di jaringan paru sehingga akan terbentuk suatu sarang pneumonik, yang disebut sarang primer atau postprimer (Nugraha, 2009).
1.  Tuberculosis Primer
     Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran napas akan bersarang di jaringan paru sehingga akan terbentuk suatu sarang pneumoni, yang disebut sarang primer atau afek primer. Sarang primer ini mungkin timbul di bagian mana saja dalam paru, berbeda dengan sarang reaktivasi. Dari sarang primer akan kelihatan peradangan saluran getah bening menuju hilus (limfangitis lokal). Peradangan tersebut diikuti oleh pembesaran kelenjar getah bening di hilus (limfadenitis regional). Afek primer bersama-sama dengan limfangitis regional dikenal sebagai kompleks primer. Kompleks primer ini akan mengalami salah satu nasib sebagai berikut :
a.  Sembuh dengan tidak meninggalkan cacat sama sekali (restitution ad integrum) Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas (antara lain sarang Ghon, garis fibrotik, sarang perkapuran di hilus) (Nugraha, 2009).
b.  Menyebar dengan cara :
1)  Perkontinuitatum, menyebar ke sekitarnya Salah satu contoh adalah epituberculosis, yaitu suatu kejadian penekanan bronkus, biasanya bronkus lobus medius oleh kelenjar hilus yang membesar sehingga menimbulkan obstruksi pada saluran napas bersangkutan, dengan akibat atelektasis. Bakteri Mycobacterium tuberculosis akan menjalar sepanjang bronkus yang tersumbat ini ke lobus yang atelektasis dan menimbulkan peradangan pada lobus yang atelektasis tersebut, yang dikenal sebagai tuberculosis.
2)  Penyebaran secara bronkogen, baik di paru bersangkutan maupun ke paru sebelahnya atau tertelan (Nugraha, 2009).
3)  Penyebaran secara hematogen dan limfogen. Penyebaran ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, jumlah dan virulensi kuman. Sarang yang ditimbulkan dapat sembuh secara spontan, akan tetetapi bila tidak terdapat imuniti yang adekuat, penyebaran ini akan menimbulkan keadaan cukup gawat seperti Mycobabacterium tuberculosis milier, meningitis TB, typhobacillosis Landouzy. Penyebaran ini juga dapat menimbulkan tuberculosis pada alat tubuh lainnya, misalnya tulang, ginjal, anak ginjal, genitalia dan sebagainya (Nugraha, 2009).
2.  Tuberculosis Postprimer
     Tuberculosis postprimer akan muncul bertahun-tahun kemudian setelah tuberculosis primer, biasanya terjadi pada usia 15-40 tahun. Tuberculosis postprimer mempunyai nama yang bermacam-macam yaitu Mycobacterium tuberculosis bentuk dewasa, localized tuberculosis, tuberculosis menahun, dan sebagainya. Bentuk tuberculosis inilah yang terutama menjadi masalah kesehatan masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan. Tuberculosis postprimer dimulai dengan sarang dini, yang umumnya terletak di segmen apikal lobus superior maupun lobus inferior. Sarang dini ini awalnya berbentuk suatu sarang pneumoni kecil. Sarang pneumoni ini akan mengikuti salah satu jalan sebagai berikut :
a.      Diresopsi kembali dan sembuh tanpa meninggalkan cacat (Nugraha, 2009).
b.      Sarang tersebut akan meluas dan segera terjadi proses penyembuhan dengan penyebukan jaringan fibrosis. Selanjutnya akan terjadi pengapuran dan akan sembuh dalam bentuk perkapuran. Sarang tersebut dapat menjadi aktif kembali dengan membentuk jaringan keju dan menimbulkan kaviti bila jaringan keju dibatukkan keluar (Nugraha, 2009).
c.    Sarang pneumoni meluas, membentuk jaringan keju (jaringan kaseosa). Kaviti akan muncul dengan dibatukkannya jaringan keju keluar. Kaviti awalnya berdinding tipis, kemudian dindingnya akan menjadi tebal (kaviti sklerotik). Kaviti tersebut akan menjadi:
1)   meluas kembali dan menimbulkan sarang pneumoni baru. Sarang pneumoni ini akan mengikuti pola perjalanan seperti yang disebutkan di atas (Nugraha, 2009).
2)   memadat dan membungkus diri (enkapsulasi), dan disebut tuberkuloma. Tuberkuloma dapat mengapur dan menyembuh, tetapi mungkin pula aktif kembali, mencair lagi dan menjadi kaviti lagi (Nugraha, 2009).
3)   bersih dan menyembuh yang disebut open healed cavity, atau kaviti menyembuh dengan membungkus diri dan akhirnya mengecil. Kemungkinan berakhir sebagai kaviti yang terbungkus dan menciut sehingga kelihatan seperti bintang (stellate shaped) (Nugraha, 2009).
F.    Manifestasi Klinis
     Gejala umum TB paru adalah batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa sputum, malaise, gejala flu, demam ringan, nyeri dada, batuk darah
(Roslan, 2003)
     Keluhan yang dirasakan penderita tuberculosis dapat bermacam-macam atau malah tanpa keluhan sama sekali. Keluhan yang paling banyak terjadi yaitu :
1.  Demam
Serangan demam pertama dapat sembuh kembali, tetapi kadang-kadang panas badan mencapai 40-410C. Demam biasanya menyerupai demam influenza sehingga penderita biasanya tidak pernah terbebas dari serangan demam influenza (Roslan, 2003).
2.  Batuk
Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk biasanya dialami ± 4 minggu dan bahkan berbulan-bulan. Sifat batuk dimulai dari batuk non produktif. Keadaan ini biasanya akan berlanjut menjadi batuk darah. Kebanyakan batuk darah pada tuberculosis terjadi pada kavitas, tetapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding bronkus (Roslan, 2003).



3.  Sesak napas
Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh) belum dirasakan sesak napas. Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah meliputi bagian paru-paru (Roslan, 2003).
4.  Nyeri dada
Nyeri dada timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis (Roslan, 2003).
5.  Malaise
Tuberculosis bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering ditemukan berupa anoreksia, tidak ada nafsu makan, badan makin kurus (BB menurun), sakit kepala, meriang, nyeri otot, dan berkeringat malam. Gejala malaise ini makin lama makin berat dan terjadi hilang timbul secara tidak teratur (Roslan, 2003).
G. Patofisiologi
Bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi terjadi melalui udara (air borne), yaitu melalui inhalasi droplet yang mengandung kuman-kuman basil Mycobacterium tuberculosis  yang terinfeksi. (Suhaidil,  2002).
Basil tuberculosis yang mencapai alveolus dan di inhalasi biasanya terdiri atas satu sampai tiga gumpalan. Basil yang lebih besar cenderung bertahan di saluran hidung dan cabang besar bronkus, sehingga tidak menyebabkan penyakit. Setelah berada dalam ruang alveolus, kuman akan mulai mengakibatkan peradangan. Leukosit polimorfonuklear tampak memfagosit bakteri di tempat ini, namun tidak membunuh organisme tersebut (Suhaidil,  2002).
Sesudah hari pertama, maka leukosit diganti oleh makrofag. Alveolusi yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut. Pneumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa yang tertinggal atau proses dapat berjalan terus dan bakteri terus difagosit atau berkembang biak di dalam sel. Basil juga menyebar melalui getah bening menuju getah bening regional. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu, sehingga membentuk sel tuberkel epiteloit yang dikelilingi oleh fosit. Reaksi ini biasanya membutuhkan waktu 10-20 jam (Suhaidil,  2002).
H.   Diagnosis Tuberculosis
TB paru sering menimbulkan gejala klinis yang dapat dibagi menjadi 2 yaitu  gejala respiratorik dan gejala sistematik. Gejala respiratorik seperti batuk, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, sedangkan gejala sistemik seperti  demam, keringat malam, anoreksia, penurunan berat badan dan malaise. Gejala respiratorik ini sangat bervariasi, dari mulai tidak ada gejala sampai gejala yang cukup berat tergantung dari luasnya lesi. Kadang pasien terdiagnosis pada saat medical check up Bila bronkus belum terlibat dalam proses penyakit, maka mungkin pasien tidak ada gejala batuk. Batuk yang pertama terjadi akibat adanya iritasi bronkus, dan selanjutnya batuk diperlukan untuk membuang dahak keluar (Suhaidil,  2002).
Pada awal perkembangan penyakit sangat sulit menemukan kelainan pada  pemeriksaan fisik. Kelainan yang dijumpai tergantung dari organ yang terlibat. Kelainan paru pada umumnya terletak di daerah lobus superior terutama di daerah apeks dan segmen posterior. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai antara lain suara napas bronkial, amforik, suara napas melemah, ronki basah, tanda-tanda penarikan paru, diapragma dan mediastinum. Untuk yang diduga menderita TB paru, diperiksa 3 spesimen dahak dalam waktu 2 hari yaitu sewakt - pagi – sewaktu (SPS). Berdasarkan panduan program TB nasional, diagnosis TB paru pada orang dewasa ditegakkan dengan dijumpainya kuman TB (BTA). Sedangkan pemeriksaan lain seperti foto toraks, biakan dan uji kepekaan dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis sesuai dengan indikasinya  dan tidak dibenarkan dalam mendiagnosis TB jika diagnosis dibuat hanya berdasarkan pemeriksaan foto toraks (Suhaidil,  2002).
I.    Tinjauan Umum Pewarnaan Ziehl Neelsen
Pewarnaan Ziehl Neelsen, termasuk pewarnaan tahan asam. Biasanya dipakai untuk mewarnai golongan Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium leprae) dan Actinomyces. Bakteri genus Mycobacterium dan beberapa spesies nocardia pada dinding selnya mengandung banyak zat lipid (lemak) sehingga bersifat permeable dengan pewarnaan biasa. Bakteri tersebut bersifat tahan asam (+) terhadap pewarnaan tahan asam. Pewarnaan tahan asam dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis TB
paru.Pewarnaan ini merupakan prosedur untuk membedakan bakteri menjadi 2 kelompok tahan asam dan tidak tahan asam. Bila zat warna yang telah terpenetrasi tidak dapat dilarutkan dengan alkohol asam, maka bakteri tersebut disebut tahan asam sedangkan sebaliknya disebut tidak tahan asam. Bahan pemeriksaan TB paru biasanya berupa sputum yang diambil dari pasien tersangka KP (Koch pulmonum), tetapi dapat pula diambil dari lokasi lain seperti cairan otak (Liquor Cerebro Spinalis), getah lambung, dll. Pewarnaan Ziehl Neelsen merupakan Pewarnaan diferensial yang membedakan bakteri tahan asam dengan bakteri yang bukan tahan asam.Prinsip pewarnaan :Bakteri tahan asam (BTA) tahan terhadap pencucian dengan alkohol asam, walau telahdicuci dengan alkohol asam bakteri tahan asam tidak melepaskan zat warna yang telah diikatnya.Bakteri tahan asam akan berwarna merah, dan bakteri tidak tahan asam berwarna biru (Suhaidil,  2002).
Pewarnaan BTA termasuk pewarnaan diferensional, karena dapat membedakan bakteri yang tahan asam (tahan pencucian asam), dan bakteri yang tidak tahan asam (tidak tahan terhadap pencucian asam). Pewarnaan ini juga dinamakan pewarnaan acid fast . pewarnaan ini dikembakan pertama kali oleh paul Erlich tahun 1882 ketika meneliti Mycobacterium tuberculosis. Prosedur pewarnaan yang umum digunakan sekarang merupakan hasil perbaikan tekhnik Erlich yang asli, yakni pewarnaan Ziehl Neelser. Prosedur ini menggunakan pewarna utama dengan pemanasan dan biru methylen loeffler  sebagai pewarna tandingan. Modifikasi tekhnik tersebut kemudian mengganti perlakuan panas dengan menggunakan pembasah (deterjen untuk mengurangi tegangan) permukaan lemak untuk menjamin penetrasi; pewarna yang mengandung zat pembasah disebut pewarna Kinyoun (Suhaidil,  2002).
Pewarnaan Ziehl Neelsen diperuntukkan bakteri tertentu genus Mycobacterium actinomycetes, dan gugus Nocardia yang mengandung sejumlah besar lipida dalam dinding selnya, terlihat seperti lapisan lilin. Kandungan lipida ini sangat tinggi, pada beberapa spesies dapat mencapai 60% dari berat dinding sel. Kandungan lipida yang sangat tinggi ini menyebabkan sel bakteri sulit diwarnai, karena zat warna tidak dapat menembus lapisa lilin tersebut. Jika bakteri tahan asam diwarnai dengan larutan karbol fuchsin, maka zat warna itu tidak mudah dilunturkan oleh larutan pemucat. Kedua genus bakteri tersebut mengandung spesies yang patogen terhadap manusia, misalnya Mycobacterium tuberculosis  penyebab penyakit tubekulosa, dan Mycobacterium leprae, penyebab penyakit lepra (Suhaidil,  2002).
Sifat tahan bakteri berkaitan dengan kandungan lipida dinding sel. Dengan bantuan pemanasan zat warna dapat merasuk ke dalam sel bakteri yang diliputi oleh lipida. Zat warna yang dipakai pertama adalah carbol fuchsin yang merupakan fuchsin basa yang dilarutkan dalam larutan fenol 5%. Fenol digunakan sebagai pelarut untuk membantu perasukan zat warna ke dalam sel bakteri sewaktu proses pemanasan. Biru metilen sebagai zat warna kedua tidak menyebabkan perubahan warna merah pada bakteri tahan asam. Pada bakteri tidak tahan asam, biru metilen akan diikat oleh sel bakteri yang tidak berwarna (Suhaidil,  2002).
waktu batuk atau bersin, Penderita menyebarkan kuman ke udaradalam bentuk droplet. Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernapasan. Sebagian besar kuman ini menyerang paru-paru tetapi dapat juga terserang organ tubuh lainnya. Untuk menegakkan diagnosis penyakit Tuberculosis dilakukan pemeriksaan labolatorium diantaranya adalah pemeriksaan sputum dengan menggunakan sampel dahak secara mikroskopis dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan foto rongseng sehingga akan diketahui nilai pemeriksaanya.










Rabu, 27 April 2016

Jamur secara Umum

BAB I TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Jamur Secara Umum Mikologi adalah protista eukariotiuk nonfotosintetik yang di sebut fungi. Fungi atau jamur (Cendawan) adalah mikroorganisme heterotrofik mereka memerlukan senyawa organic nutrisinya. Bila mereka hidup dari organic mati yang terlarut,mereka disebut safrofit. Di sebut saprofit karena biasa menghancurkan senyawa yang kompleks, menguraikan senyawa menjadi zat-zat kimia, yang menjadi sederhana dan kemudian di kembalikan ke dalam tanah, dan dapat menyebabkan kesuburan tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka sangat menguntungkan bagi manusia, sebaliknya mereka dapat merugikan kita apabila mereka dapat menburukkan kayu,tekstil,makanan dan bahan-bahan lainnya. Pada manusia dan hewan sebagai “primary pathogen” maupun “opportunistic pathogen” juga dapat mnyebabkan alergi dan dapat menyebabkan keracunan. Fungsi yang pathogen yang umumnya adalah eksogenous, mereka hidup di alam bebas seperti air, tanah, dan derbis organic. Cendawan saprofit juga penting dalam fermentasi industry, misalnya pembuatan bir, minuman anggur, dan produksi pembuatan antibiotic misalnya penicillin.peragian adonan dan peragian pemanasan berupa keju juga bergantung pada kegiatan cendawan. Dalam bidang kedokteran, fungi menghasilkan ergot alkaloid. (ergitamine,ergomatrine), antimikroba ( penisilin,sefalosporine), statin,siklosporine,antifugal,vitamin dan steroid. Pada manusia, jamur dapat menyebabkan penyakit kulit yang di sebut dermatomikosis misalnya panu dan kadas. Namun di iklim tropis dan kelembapan iklim seperti di Negara kita, semakin subuk juga maka kita semakin akan banyak berkerigat, tubuh pun makin lembab dimana jamur dapat berkembang dengan pesat. Umumnya jamur penyebab penyakit ini dapat dilihat secara mikroskopik. Jamur sangat tumbuh pada tempat yang lembab, itulah sebabnya jamur banyak hidup di Indonesia. Jamur akan lebih subur bila kebersihan tubuh kurang terjaga. Kondisi tubuh menurun serta mengkomsumsi obat-obatan seperti antibiotic, steroid dan kontrosepsi. Tempat-tempat umum seperti kolam renang dan dan tempat ganti pakaian dan ideal bagi perpindahan jamur. Jamur dapat menembus jaringan kulit yang dapat mengakibatkan infeksi. Infeksi dapat menular ke bagian lain melalui garukan,handuk,dan lain-lain. Penegakan diagnosis selain gejala khas dari penyakit jamur seperti : a. Kemerahan kulit yang terbatas tegas,erosi dan berisik b. Benjolan keras pada kaki,tangan atau lutut dan berwarna merah atau coklat. B. KLASIFIKASI Umumnya bersel banyak (multiseluler), bersifat eukariotik (memiliki membran inti sel), tidak memiliki klorofil, sehingga bersifat heterotrof ( tidak mampu membuat makanan sendiri), ada yang bersifat parasit, ada yang bersifat saprofit, dan ada yang bersimbiosis (mutualisme) membentuk lichenes. Dinding sel dari bahan selulose dan ada yang dari bahan kitin. Tubuh terdiri dari benang – benang halus yang disebut Hifa. Struktur hifa yang bercabang membentuk suatu anyaman di sebut dengan Miselium, yang berfungsi menyerap zat – zat organik pada subtrat / medium. Bagian yang terletak antara kumpulan hifa dinamakan stolon. Jamur yang bersifat parasit memiliki houstorium, yaitu hifa khusus yang langsung menyerap makanan pada sel inangnya. C. Morfologi Pada umumnya, sel khamir lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar. Kamir sangat bervariasi ukurannya, berkisar antara 1-5 mikron lebarnya dan panjangnya berkisar dan panjangnya berkisar abtara 5-30 mikron atau lebih.biasannya berbentuk telur, tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun biakan murni terdapat varaisi yang luas dan hal ukuran dalam bentuk sel-sel individu, tergantung dari pada umur dan lingkungannya. Khamir tidak di lengkapi flagelum atau organ-organ pergerakan lainya. Tubuh, atau talus, suatu kapang pada dasarnya terdiri dari : miselium dan spora (sel resisten,istrahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang di namakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 mikron, di bandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 mikron. Di sepanjang tiap hifa biasanya terdapat sitoplasma bersama. Ada tiga macam morfologi hifa antara lain : a. Aseptat atau senosit hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum. b. Septet dengan sel-sel uninukleat sekat ini membagi hifa membagi ruang-ruang atau sel-sel yang berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori di tengah-tengah yang terdapat nucleus dan sitoplasma dari satu ruang ke ruang yang lainnya. Sungguhpun dari sertiap ruang suatu hifa yang bersifat tidak terbatas pada setiap membran sebagaimana pada sel yang khas, setiap ruangan itu di namakan sel. c. Septet dengan sel-sel multimukleat septum yang menjembatangi hifa dari setiap satu sel-sel dari suatu nekleus dari setiap ruamg. Mesolium dapat vegetative (somatik) atau reproduktif. Beberapa hifa dari mesolium somatic menembus dari suatu medium untuk memakan suatu makanan. Mesolium bereproduksi bertangguang jawab untuk membentuk suatu spora biasannya meluas ke udara dari medium. Mesolium dari suatu kapang dapat merupakan jaringan yang terjalin lepas atau merupakan struktur padat yang terorganisasi, seperti pada jamur. a) Zygomycota Nama Zygomycota berasal dari jenis perbanyakan diri seksual, terutama pada pembentukan zigospora. Zigospora terjadi karena peleburan dua gametangium yang menghubungkan kedua hifa induk seperti jembatan penghubung. Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah: • Biasa hidup sebagai saprofit. • Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh. • Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar ke mana-mana. • Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora. Spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru. • Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang sama bentuknya (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi. Murcor mucedo Beberapa contoh jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah sebagai berikut. • Murcor mucedo, hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan, misalnya, kotoran hewan dan roti busuk. Dari miselium pada subtratnya muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada ujungnya. Sporangium ini berisi spora. Jika sporangium sudah matang, akan pecah sehingga spora akan tersebar keluar. Spora akan tumbuh menjadi miselium baru. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan gametangium. • Murcor javanicus, berperan dalam pembuatan tapai karena jamur ini terdapat dalam ragi tapai. Jamur ini termasuk makhluk hidup yang mempunyai daya untuk mengubah tepung menjadi gula. • Rhizopus sp., yang terdapat pada ragi tempe ini mempunyai daya untuk memecah putih telur dan lemak. Oleh karena itu, ia berperan dalam pembuatan tempe dan oncom putih. Jamur tempe mempunyai hifa yang berguna untuk menyerap makanan dari kacang kedelai. Dalam waktu dua sampai tiga hari, kumpulan hifa tersebut akan membungkus kedelai yang kemudian disebut tempe. Selain pada tempe, jamur ini juga dapat tumbuh di tempat-tempat yang lembap. b) Ascomycota Jika jamur Zygomycota memiliki hifa yang tidak bersekat seperti pipa, jamur sejati (Eumycota yang terdiri dari Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota) mempunyai hifa yang bersekatsekat. Dinding sel terdiri atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis. Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota. Kelompok jamur ini dapat ditemui di permukaan roti, nasi, dan makanan yang sudah basi. Warnanya merah, cokelat, atau hijau. Contoh jamur Ascomycota yang hidup sebagai saprofit, antara lain, Saccharomyces cereviciae (khamir bir, roti, dan alkohol), Saccharomyces tuac (khamir tuak), Saccharomyces ellipsoideus (khamir anggur), Penicillium sp. (makanan dan roti busuk), dan Neurospora crassa (pembuatan oncom). Contoh jamur yang tumbuh sebagai parasit adalah jamur Saccharomycosis yang menyerang pada epitel mulut anakanak. Jamur dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau membentuk Lichenes (lumut kerak). Penicillium Askus yang dihasilkannya jamur Ascomycota memiliki bentuk yang bermacam-macam dan inilah yang menjadi dasar untuk mengklasifikasikan Ascomycota. Beberapa macam bentuk Ascomycota adalah sebagai berikut. • Kleistotesium Kelompok jamur ini berbentuk bulat tertutup yang merupakan ciri dari kelas Plectomyces. Contoh jamur ini antara lain genus Penicillium dan Aspergillus. o Penicillium, misalnya P. camemberti dan P. requeforti untuk pembuatan keju. P. notatum dan P. chrysogenum dapat menghasilkan antibiotik. Sporanya berupa konidia, berwarna hijau kebiruan, dan berkembang biak secara vegetatif. Jamur ini dapat dijumpai pada makanan yang busuk seperti roti, kentang, nasi, yang berarti dia hidup sebagai saprofit. o Aspergillus, jamur ini dapat tumbuh di mana-mana, sporanya berupa konidia. Banyak sekali manfaat dari jamur ini, antara lain untuk pembuatan makanan dan minuman. Misalnya, Aspergillus niger untuk pembuatan sale, agar-agar, atau menjernihkan sari buah. Aspergillus oryzae untuk pembuatan tape, sake, melunakkan adonan roti. Aspergillus wentii untuk pembuatan kecap, tauco, dan sake. Selain menguntungkan, ada juga jenis Aspergillus yang merugikan seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin. • Peritesium Pada kelompok jamur ini, askokarpnya berbentuk botol yang merupakan ciri dari kelas Pyrenomycetes, contoh yang terkenal dari jamur ini adalah sebagai berikut. o Neurospora merupakan jenis jamur yang dimanfaatkan pembuatan oncom. o Roselinia arcuata. Jamur ini hidup sebagai saprofit pada kayu yang mati. o Xylaria tabacina. Biasanya jamur ini terdapat di pegunungan pada pohon yang busuk, bentuknya bulat panjang bertangkai dengan warna kehitam-hitaman. • Apotesium Bentuk askokarp jamur ini seperti cawan atau mangkok, contohnya antara lain, o Peziza aurantia, hidup sebagai saprofit di sampah; o Marshella esculenta, Tuber sp., dapat dimanfaatkan sebagai makanan. • AskusTe-lanjang Golongan jamur ini tidak membentuk badan buah yang merupakan ciri dari kelas Protoascomycetes. Contoh jamur yang terkenal adalah sebagai berikut. o Saccharomyces cerevisiae. Jamur ini lebih dikenal dengan nama pasaran ragi/kamir/yeast, yang dapat digunakan untuk membuat tape, roti, dan alkohol. o Candida albicans. Jamur ini dapat menyebabkan penyakit kandidiasis, yaitu suatu penyakit pada selaput lendir mulut vagina dan saluran pencernaan. o Trichoderma. Jamur Trichoderma dapat menghasilkan enzim selulose yang dipakai untuk menguraikan selulosa. Biasanya dimanfaatkan untuk produksi Single Cell Protein. d. Basidiomycota Ciri jamur Basidiomycota adalah memiliki basidium. Kelompok jamur ini dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya. Tubuh buah bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti payung, bola atau papan. Misalnya, jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung. Secara umum, tubuh buah mempunyai 4 bagian, yaitu tangkai tubuh buah (stipe), tudung (pileus), volva, dan bilah (lamella). Stipe merupakan suatu massa miseliumyang tumbuh tegak. Pileus merupakan bagian yang ditopang oleh stipe.Sewaktu muda, pileus dibungkus oleh selaput yang disebut velum universale yang akan pecah menjelang dewasa. Volva adalah sisapembungkus yang terdapat di dasar tangkai. Lamella merupakan bagian bawah dari tudung, berbentuk helaian, dan tersusun atas lembaran. Beberapa contoh Basidiomycota yang penting adalah sebagai berikut. • Volvariella volvacea dan Agaricus bisporus, jamur yang dibudidayakan untuk dimasak sebagai bahan makanan. Jamur ini ditanam pada medium yang mengandung selulosa (misalnya jerami) dengan kelembapan tinggi. • Auricularia polytrica (jamur kuping), jamur ini enak dimakan, hidup pada batang tumbuhan yang telah mati. Auricularia polytrica Beberapa contoh Basidiomycota yang merugikan adalah sebagai berikut. • Puccinia graminis, jamur ini hidup parasit pada rumput. • Ustilago maydis, jamur ini parasit pada tanaman jagung, menyerang sukam daun , tongkol, jumbai dan tangkai. Kamu yang paling menyolok jika tanaman jagung diserang jamur ini adalah adanya beberapa butiran jagung pada tongkolnya menjadi jauh lebih besar dari ukuran normal. • Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada tanaman coklat, kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain. • Ganoderma applanatum, jamur ini menyebabkan kerusakan pada kayu. e. Deuteromycota Jamur Deuteromycetes adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Oleh karena itu, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi). Berikut ini adalah ciri-ciri Deuteromycota: • Banyak bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan, manusia, dan tumbuhan. • Reproduksi askesual dengan kondium dan seksual belum diketahui. • Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah. • Hifa bersekat. • Tubuh berukuran mikroskopis. Epidermophyton Microsporum Jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi banyak yang menimbulkan penyakit, misalnya, jamur Helminthosporium oryzae, dapat merusak kecambah, terutama menyerang buah dan menimbulkan nodanoda hitam pada daun inang; Sclerotium rolfsii merupakan penyakit busuk pada berbagai tanaman; Epidermophyton floocosum yang menyebabkan kutu air; Epidermophyton microsporum yang menyebabkan panu; Tychophyton tonsurans yang menyebabkan ketombe di kepala. Jenis jamur dalam kelompok ini yang menguntungkan adalah jamur oncom (Monilia sitophila atau sekarang bernama Neurospora sitophila). C. Reproduksi Bagian terbesar suatu kapang secara potensil mampu untuk tumbuh dan berkembang baik. Inokulasi pada fregmen yang kecil pada suatu medium dapat tumbuh pada individu baru. Hal ini di peroleh dengan menanamkan inkolasi pada medium segar dengan bantuan medium transfer, suatu cara untuk serupa yang di gunakan untuk bakteri. Bedanya bahwa jamur yang di pakai untuk kapang itu lebih kaku dan ujungnya pipih dan dapat memotong siselium. Reproduksi ada yang secara vegetatif / aseksual dan ada yang secara generatif / seksual. Secara vegetatif dengan spora, tunas, konidia, maupun fragmentasi. Secara generatif dengan konjugasi membentuk zygospora, askospora, dan basidiospora. Memiliki keturunan diploid yang singkat (berumur pendek). Habitat di tempat lembab, mengandung zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya matahari. Secara alamiah cendawan berkembang biak dengan berbagain cara baik dengan aseksual dengan cara pembelahan,pengucupan dan pembentukan spora dapat pula secara seksual dengan peleburan nucleus dari dua sel induknya. Pada pembelahan, suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. Pada pengucapan suatu sel anak tumbuh pada pengucapan suatu anak tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inagnya. Spora aseksual yang berfungsi untuk menyebarkan spesies di bentuk dalam jumlah yang besar. Ada banyak jumlah spora aseksual yaitu : a. Kandiospora atau konidum merupakan konidium yang kecil yang bersel satu yang di sebut mirikonidium. Konidium yang besar lagi di namakan makrokonidium. Konidium di bentuk di ujung atau di sisi suatu hifa. b. Sporagiospora spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang sudah terbentuk di dalam kantung yang di sebut sporagonium yang ada di ujung hifa khusus (sporagiospora). Aplanospora asalah sporagiospora nonmotil. Zoospore adalah sporagiospora yang motil,motolitasnya yang di sebabkan oleh flagelum. c. Oidium atau artospora spora ini bersel satu karena terputusnya sel-sel hifa. d. Klamidospora bersel satu karena berdinding tebal ini sangat resistenn terhadap keadaan yang buruk yang terbentuk dari sel-sel hifa somatic. e. Blastospora tunas atau kuncup pada sel-sel khamir yang di sebut sebagai blantospora. Sporas seksual, yang di hasilkan oleh pemburu dua nucleus, terbentuk lebih jarang, lebih kemudian dan dalam jumlah yang lebih sedikit kemudaian, dan dalam jumlah yang lebih sedikit dan kemudian di bandingkan dengan spora yang aseksual.juga hanya terbentuk dalam kegiatan tertentu ada beberapa tipe spora yaitu : a. Basidiospora Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk ganda yang di namakan basidium Proses pembentukan balastospora secara aseksual, satu basidium dengan satu nucleus dari masing-masing induk. Basidium mengambil bentuk yang khas bagi spesies itu dan menghasilkan empat proses meruncing yaitu (tunggal strerigma), keempat nuleus, yang di hasilkan setelah pembelahan nucleus dari perkembangan milosis kini bergerak ke arah sterigmata dan membentuk basidiospora. b. Zigospora Zigospora adalah spora besar berdinding tebal dan terbentuk apabila ujung-ujung di antara dua hifa yan g secara seksual secara serasi, disebut juga secara gametangia, pada beberapa yang melebur. c. Oospora Spora ini terbentuk di dalam struktur khsus yang di sebut sebagai Ooginium. Pembentukan telur, atau Oosper, oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium menghasilkan Oospora. Dalam setiap Ooginium dapat pada satu atau beberapa Oosfer. Spora aseksual dan seksual dapat di tarik oleh struktur pelindung yang sangat terorganisasi yang di sebut sebagai tubuh buah. Tubuh buah aseksual di antaranza adalah atservulus dan piknidium, tubuh buah seksual yang umum di sebut peritesium dan apotesium. Meskipun suatu cendawan tunggal dapagt terbentuk secara seksual dan aseksual dengan waktu beberapa cara yang berlainan struktur serta metode pembentukan spora-spora itu cukup konstan untuk di gunakan dalam identifikasi dan klasifiaksi. Berdasarkan germinsi spora morfologi fungi di bagi menjadi bentuk yeast mold (mycelia form). a. Bentuk yeast (Ragi) Organiseme uniseluler, bentuk obat dengan oval, dengan ukuran 2-60 mikron, reproduksi aseksual budding (blastoconidia formation) beberapa yest reproduksi dengan binary fission yang khas pada parasitic dari penicillium marneffie. Reproduksi seksual dengan membentuk askospora dan basidiospora. D. Jenis-Jenis Jamur Yang Menguntungkan dan Merugikan 1.Jamur Yang Menguntungkan antara lain : a) Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein Yang b) Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. c) Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir. d) Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. 2. Jamur Yang Merugikan a) Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. a) Phythophthora infestan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. b) Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. c) Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. d) Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. E. Patogenitas Patogen yang hanya dapat masuk melalui luka disebut sebagai parasit luka. Patogen golongan ini tidak dapat masuk kedalam jaringan inang melalui lubang alami maupun dengan menembus secara langsung. Luka yang dapat ditembus oleh patogen ini dapat berupa luka yang sangat halus maupun luka yang dapat terlihat secara langsung dengan mata biasa, luka yang terjadi secara mekanis, maupun luka yang disebabkan karena gigitan serangga. Beberapa jamur bahkan hanya dapat masuk melalui luka yang telah disebabkan oleh patogen yang telah menyerang terlebih dahulu. Patogen ini disebut dengan patogen sekunder. Lubang alami yang sering digunakan sebagai tempat masuk oleh jamur patogen adalah stomata atau mulut kulit. Spora jamur yang berada di atas permukaan daun akan berkembang dan membentuk buluh kecambah. Setelah mencapai mulut kulit ujung buluh kecambah akan membesar dan membentuk apresorium. Dari apresorium ini akan dibentuk tabung penetrasi yang masuk ke dalam lubang stomata dan di dalam ruang udara akan membengkak menjadi gelembung substoma yang kemudian dari tempat ini akan tumbuh hifa infeksi yang berkembang ke semua arah, membentuk haustorium dan mengisap makanan dari sel-sel inang, sehingga infeksi sudah terjadi. Lentisel yang berisi sel-sel berdinding tipis yang lepas-lepas dan di dalamnya terdapat lebih banyak ruang antar sel juga merupakan salah satu tempat yang dapat dilalui oleh patogen untuk masuk ke dalam jaringan selama belum terbentuk gabus di bawahnya. Patogen yang masuk melalui lentisel akan mendapat perlawanan oleh pembentukan gabus, sehingga agak mirip dengan penetrasi melalui luka. Infeksi patogen dapat juga terjadi melalui kelenjar madu, dan madu yang berada di dalmnay sering berfungsi sebagai alas makanan bagi patogen sebelum masuk ke dalam jaringan. Hal ini biasanya terjadi pada patogen-patogen yang terbawa oleh serangga pengisap madu. Jamur yang melakukan infeksi dengan menembus langsung permukaan jaringan, buluh kecambah dari spora jamur terlebih dahulu akan membentuk apresorium yang melekat erat pada permukaan kulit luar karena adanya laipsan lendir. Apresorium kemudian akan membentuk hifa infeksi yang berupa tonjolan kecil namun mempunyai kekuatan besar untuk menembus kutikula. Senyawa kutin yang merupakan penyusun dinding kutikula akan dapat dihancurkan secara kimiawi, sehingga jamur tidak hanya mengandalkan kekuatan mekanisnya saja. Selanjutnya hifa infeksi akan bertemu dengan Jika hifa infeksi mulai menguraikan dinding luar sel epidermis, keseimbangan dalam sel mulai terganggu. Protoplas mengalami perubahan dalam strukturnya, menjadi lebih kasar dan granuler. Kadang-kadang plasma mengalami koagulasi dan mengendap pada permukaan hifa yang telah masuk, sehingga hifa yang masuk terbungkus oleh selaput yang padat, yang dapat menghalangi difusi sekresi jamur ke dalam sel. Ada kalanya lapisan pembungkus ini menjadi lebih kuat karena adanya endapan selulosa dan hemiselulosa yang disebut lignituher, yang dapat menghentikan pertumbuhan hifa. BAB II A. Jenis-Jenis Pemeriksaan Jamur 1) Pemeriksaan Mikroskopis Jamur dengan KOH 2) Cara pemeriksaan KOH Parker: B.Cara Kerja a) Tujuan pemeriksaan ini adalah mengamati gambaran mikroskopik jamur untuk membedakan jenis jamur dan membedakannya dari bakteri. 1) Cara pemeriksaan KOH 20%: [1] letakkan skuama di bagian tengah kaca objek. [2] teteskan larutan KOH 20% di atas skuama. [3] tutup dengan deckglass. [4] panaskan di atas api hingga timbul gelembung udara yang pertama. [5] lihat di mikroskop dengan pembesaran objektif 40 kali. 2) Cara pemeriksaan KOH Parker : [1] letakkan skuama di tengah kaca objek. [2] teteskan larutan KOH Parker di atas sediaan. [3] tutup dengan deckglass. [4] lihat di mikroskop dengan pembesaran objektif 40 kali. Sediaan basah dibuat dengan meletakkan bahan di atas gelas alas, ditambah 1-2 tetes larutan KOH (konsentrasi 10% untuk rambut dan untuk kulit, dan untuk kuku 20%), tujuan sedian dicampur dengan KOH adalah untuk melarutkan jaringan. Biasanya memakan waktu 15-20 menit, maka untuk mempercepat pelarutan dilakukan pemanasan sediaan basah di atas api kecil. Untuk melihat elemen jamur lebih nyata dapat ditambahkan zat warna pada sedian KOH, misalnya tinta parker superchroom blue black. C. Pengobatan jamur a) Antijamur Obat antijamur terdiri dari beberapa kelompok yaitu : kelompok polyene (amfoterisin B, nistatin, natamisin), kelompok azol (ketokonazol, ekonazol, klotrimazol, mikonazol, flukonazol, itrakonazol), allilamin (terbinafin), griseofulvin, dan flusitosin. b) Azol Antijamur azol merupakan senyawa sintetik dengan aktivitas spektrum yang luas, yang diklasifikasi sebagai imidazol (mikonazol dan ketokonazol) atau triazol (itrakonazol dan flukonazol) bergantung kepada jumlah kandungan atom nitrogennya ada 2 atau 3. Struktur kimia dan profil farmakologis ketokonazol dan itrakonazol sama, flukonazol unik karena ukuran molekulnya yang kecil dan lipofilisitasnya yang lebih kecil. Pada jamur yang tumbuh aktif, azol menghambat 14-α- demetilase, enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis ergosterol, yang merupakan sterol utama membran sel jamur. Pada konsentrasi tinggi, azol menyebabkan K+ dan komponen lain bocor keluar dari sel jamur. Pengobatan Jamur Kulit dilakukan dengan memperhatikan jenis jamur. Karenanya kita disarankan untuk mengobati infeksi jamur dengan menggunakan obat antijamur.Gunakan obat antijamur sesuai saran pemakaian atau petunjuk dokter agar infeksi Gunakan obat antijamur sesuai saran pemakaian atau petunjuk dokter agar infeksi jamur teratasi maksimal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesehatan kulit, dengan cara menghindari bertukar handuk, baju, atau sisir dengan orang lain, serta mandi 2 kali sehari. Jika berbagai cara produk telah dicoba untuk pengobatan jamur dikulit sebaiknya atasi dengan menggunakan obat herbal Ace Maxs mampu menghilangkan jamur secara cepat dan efektif. Ace Maxs adalah herbal yang terbuat dari extra kulit manggis dan daun sirsak yang sangat tepat untuk mengatasi masalah infeksi dan jamur pada kulit. D. Pencegahan Jamur Tips lain yang kami sarankan adalah menjaga kebersihan diri Anda. Menjaga kebersihan diri sendiri terutama di bagian bawah adalah sesuatu yang harus lakukan bagi semua perempuan. Menjaga vagina Anda tetap bersih dan kering setelah Anda mandi akan membantu mencegah pertumbuhan yang tidak perlu dari jamur Candida. Jika Anda terbiasa dalam menggunakan pelindung celana dalam yang wangi, tampon wangi, atau produk kesehatan wanita lainnya yang telah diberi pewarna atau pewangi, mulailah untuk menghindarinya. Gunakan hanya yang berbahan alami. Itu lebih baik bagi Anda dan bagi lingkungan. Jika Anda memiliki kehidupan seks yang cukup aktif, pastikan untuk selalu menggunakan kondom. Meskipun infeksi jamur bukanlah penyakit menular seksual, namun melakukan hubungan seks yang aman adalah sebuah nasihat yang baik. Baiklah, bisa kita lanjutkan? Biasanya obat-obatan adalah baik untuk Anda tetapi untuk mencegah infeksi jamur, yang terbaik adalah menghindari antibiotik, karena ini akan mengganggu keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh Anda sehingga mendukung pertumbuhan jamur Candida. Jika tidak diresepkan oleh dokter anda, hindari pil antibiotic untuk sementara waktu. Demikian juga, makanan tinggi karbohidrat dan gula adalah sumber makanan bagi ragi. Jadi kecuali jika Anda ingin tetap memberi makan sesuatu ke ragi untuk membantunya tumbuh, maka Anda lebih baik tetap mengkonsumsi beberapa makanan segar seperti sayuran dan buah-buahan untuk sementara waktu. Selain itu, dalam cara anda mengkonsumsi makanan, telah direkomendasikan untuk makan buah-buahan segar dan sayuran secara terpisah dari makanan yang dimasak. Ketika Anda mengkombinasikan makanan yang dimasak dan yang masih segar, makanan tersebut akan cenderung berfermentasi di dalam perut Anda. Makanan yang difermentasi akan menjadi tempat pertumbuhan bakteri selain jamur yang sudah Anda miliki. Semakin banyak yang harus Anda pelajari untuk mengendalikan asupan makanan Anda jika Anda penderita diabetes. Memantau dan menjaga jumlah asupan gula adalah cara yang baik untuk membuat Anda tetap sehat serta menjagajamur ditempatnya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimin. 1999. Mikologi ( jamur ). Agus wydia gunawan.1997. Usaha pembibitan jamur Indrawati gandar.Arianti oetari .2010. Mikologi (Dasar dan terapan) Indawaar murhat , 2010 Mikolo dan Dan Virologi Panduan Medik Dan Klin Kategori. Bandung : Gramedia Drs Sitti Latja . M,pb Biologi (Sain dalam kehidupan) Yohana ipuk sunarmi ( cahyo saparinto ) Usaha 6 jenis jamur Asdam. 2013 jenis penelitian Gambaran jamur yang terdapat pada bahan makanan yang di perjual belikan di kawasan pasar . Anonim. http : // www. Prodia, Co. Id, / makalah jamur, html, 2002 – 2007 Sukmadinata.2006..http://jamur yang menguntungkan dan jamur yang merugikan .blogspot.com/2012/2013.html, diakses tanggal 01 MEI 2015